Mengantuk dan Pola Makan Mahasiswa

03 Mei 2012




Pernah tidak menyimak kebiasaan para mahasiswa saat ini, bahkan jaman dahulu pun seperti itu. Mengantuk ketika sedang melaksanakan perkuliahan. Jam-jam yang paling nyaris membuat mahasiswa gelagapan dan tertidur diruang kuliah adalah jam kuliah pagi 06.30 dan jam kuliah siang 12.20. Apalagi jika dosennya stuck di kursi sambil membacakan slide. Itu sungguh membuat mahasiswa bosan dan mengantuk pastinya karna efek begadang semalam. Namun jika dikaji dari sisi konsumsi makanan, kebiasaan mengantuk dikelas itu tidak hanya karna dosen membosankan saat memberi materi, tidak juga karna lama begadang ngerjain  laporan seharian. Mari kita kaji bersama-sama.
Dalam kalangan mahasiswa salah satu penyebab mengantuk saat perkuliahan tidak menutup kemungkinan disebabkan oleh konsumsi makanan yang terlalu banyak, karna pada dasarnya mengantuk merupakan salah satu tanda yang diberikan oleh tubuh agar seseorang beristirahat.
Menurut pendapat salah satu Dokter ahli gizi yaitu dr.Een Hendarsih Sp.PD bahwa lapar adalah sinyal bahwa tubuh mulai kehabisan bahan bakar/karbohidrat untuk beraktivitas. Sinyal itulah yang mengarahkan seseorang agar makan. Namun, sekalipun sangat lapar, tak seharusnya seseorang melahap makanan banyak-banyak. Sebab, daya tampung lambung terbatas. Bila makanan yang masuk ke tubuh terlalu banyak, lambung menjadi sangat penuh. Dalam kondisi begitu, konsentrasi utama tubuh hanya mengurai makanan tersebut. Sedangkan untuk mengurai makanan diperlukan oksigen. 
Bila sebagian besar oksigen digunakan untuk mengurai makanan, organ tubuh lain akan kekurangan O2. Salah satunya otak. Dampaknya, otak akan menguap terus dan tidak dapat berfikir secara optimal. Dalam kondisi begitu, konsentrasi untuk menjalankan aktivitas tentu turun. Dampak lainnya, kekenyangan memunculkan gangguan pada perut. Seperti sebah, mual dll.
Selain itu, menurut pendapat salah satu dokter dr.Isnaini.S.Ked menyatakan bahwa Alasan seseorang mengantuk setelah makan adalah neuron orexin. Neuron ini berada di hipotalamus yang merupakan bagian dari otak yang mengatur banyak proses serta hampir semua hormon. Ketika kadar gula darah meningkat, hal ini mengakibatkan kerja dari neuron orexin dihambat. Akibatnya seseorang akan merasa mengantuk karena kinerja neuron orexin yang bertanggung jawab untuk mengontrol seseorang agar tetap terjaga dihambat.
Tapi jika selalu mengantuk sehabis makan itu pertanda ada yang salah dalam makanannya, enzimnya atau kondisi kadar gula darahnya. Kebanyakan beberapa masyarakat dan mahasiswa kurang memperhatikan pola makan dan kurang mengerti akan cara menggabungkan makanan agar dapat digunakan oleh tubuh sebagai nutrisi (food combining). Beberapa jenis makanan membutuhkan enzim tersendiri agar bisa dicerna seperti protein memerlukan protease, karbohidrat memerlukan amilase dan lemak memerlukan lipase. Ketika seseorang mengonsumsi protein dan karbohidrat secara bersamaan, maka bisa menimbulkan konflik enzim dalam pencernaan. Usahakan untuk menggabungkan protein dengan sayuran non-pati (sayuran berwarna hijau, tapi bukan kentang atau wortel), menggabungkan karbohidrat dengan sayuran, biji-bijian, mengonsumsi buah saja atau mengonsumsi beberapa persen makanan mentah atau dikukus. Penggabungan makanan ini bisa membuat seseorang merasa kurang mengantuk dan menambah lebih banyak energi.
Beberapa jenis contoh lain penyebab makan yang berlebihan membuat mahasiswa sering membolos kuliah disebabkan mangantuk yaitu aktivitas merokok setelah makan. Pada aktivitas tersebut pengaruhnya akan lebih besar dibanding dengan makan yang terlalu berlebihan saja, beberapa tanggapan mahasiswa yang menkonsumsi rokok setelah makan, akan lebih nikmat dibanding merokok sebelum makan. Beberpa mahasiswa yang merokok menanggapi bahwa rokok akan memberikan sensasi yang lebih nikmat bila keadaan mulut atau perut dalam keadaan kenyang. Pada contohnya saat menikmati kopi, makanan kecil, atau beberapa minuman yang mengandung alkohol seringkali disertai atau bersamaan dengan merokok. Dalam sistem pancernaan orang yang merokok setelah makan akan menyebabkan enzim-enzim yang bekerja di dalam tubuh menjadi berantakan, Enzim bisa diibaratkan sebagai pekerja dalam tubuh, seperti rumah yang tidak akan bisa dibangun tanpa adanya pekerja meskipun bahan-bahannya sudah lengkap. Enzim memecah makanan yang dikonsumsi menjadi unit-unit yang lebih kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh. Selain itu enzim juga bisa berfungsi sebagai katalis untuk membuat sesuatu bisa terjadi. Terdapat tiga jenis enzim yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mencerna makanan yaitu enzim pencernaan yang disekresikan oleh kelenjar ludah, perut, pankreas, sel-sel endokrin dan juga usus kecil. Kedua, enzim yang ditemukan pada seluruh makanan mentah yang dikonsumsi. Ketiga, enzim metabolik yang berfungsi sebagai katalis, memproduksi energi, membuang kotoran dan detoksifikasi racun. Dalam hal tersebut dijelaskan bahwa enzim metabolik berfungsi untuk menetralisir racun dalam proses pencernaan makanan.
“coba kamu bayangkan bagaimana racun dalam rokok diolah bersamaan dengan makanan dalam proses pencernaan????”
Hal tersebulah yang menyebabkan fungsi enzim menjadi berantakan atau orang tersebut akan kekurangan enzim, Pada Saat seseorang sedang makan, enzim tubuh bekerja sangat keras agar dapat mencerna semua makanan yang masuk. Karena terlalu keras bekerja, tubuh merasa lelah dan seharusnya saat lelah makanan yang dimakan bisa memberikan energi. Tapi bagi orang yang kekurangan enzim yang disebabkan oleh rokok, makanan yang dimakan tidak bisa jadi energi karena ada gangguan penyerapan zat gizi. Akibatnya saat enzim lelah, tidak ada asupan energi sehingga membuat seseorang menjadi mengantuk. Hal tersebutlah yang menyebabkan beberapa mahasiswa mengatuk saat perkuliahan. Efek ngantuk ini dapat menurunkan konsentrasi belajar sehingga materi yang diberikan oleh dosen sering menjadi ga masuk salam syaraf otak dan pendengaran kita.(sha)

0 komentar:

Poskan Komentar

Hi ! feel free to comment ya !

Blog contents © shabrina 2010. Blogger Theme by Nymphont.