Golden Mosque

01 Agustus 2012

Al-Dahab Golden Mosque, masjid kubah emas merupakan masjid terbesar di Metro Manila yang dijadikan sebagai Islamic Center di Manila khususnya daerah Quiapo. Quiapo merupakan salah satu daerah umat muslim Manila selain di San Juan city. Menuju ke Quiapo dari Quezon city memerlukan waktu kurang lebih 45 menit, dengan mengendarai 1 tricycle dan 2 jepney. Dari Krus na Ligas Salvador Street tempat dimana aku tinggal, naik tricycle sampai Philchoa dengan hanya merogoh kocek 8 Peso (sekitar 2000 rupiah). Kemudian dari Phillchoa naik Jepney menuju MRT Quezon avenue station  8 Peso, lalu dari MRT berganti  Jepney lagi seharga 14 Peso menuju Quiapo dan turun di Globe de oro street. Sebenarnya kita bisa menuju Quiapo hanya dengan mengendarai Bus di pemberhentian daerah Philchoa.

Letaknya yang berada di sudut perkampungan Islam dan pasar rakyat Qiapo membuat kondisinya begitu miris jika dibandingkan dengan masjid kubah emas di Depok, Jakarta dan masjid kubah emas lain yang ada di dunia. Jauh dari kesan bersih meski kita tahu islam mengajarkan bahwa Jagalah kebersihan karena Kebersihan adalah sebagian dari Iman. Namun, sepertinya karena kondisi ekonomi rakyat sekitar Quiapo dan karena lokasi yang dekat dengan pasar itulah yang membuat kebersihan lingkungan masjid dan dalam masjid tidak terjaga. Meski bangunannya masih kokoh berdiri menantang kerasnya kehidupan di Manila dan tegap menyejukan setiap insan yang datang kesana.Sangat terharu memang, apalagi melihat di dekatnya berdiri Gereja yang sangat megah dan resik terletak di tepi jalan raya. Pasti siapa saja umat muslim dari Indonesia yang sedang melancong ke Filipina, bakal meneteskan air mata sesampainya kita disana. Terharu karna akhirnya bisa mendengar lantunan ayat-ayat suci Al-Quran, kerinduan akan suara Adzan terobati, dan kebutuhan akan sholat berjamaah terpenuhi. Sungguh suatu nikmat yang sangat langka dan jarang di temukan di negara yang mayoritas penduduknya 98% beragama Kristen.

Jika menengok di belakang masjid ini, kita akan disuguhkan dengan perkampungan masyarakat islam yang sangat kumuh, rumah-rumah susun yang dibuat dari triplek(kayu tipis), sungguh tidak membayangkan apa yang akan terjadi jika badai yang setiap tahun menyapu wilayah Filipina seperti bulan Mei hingga September bagaimana mereka bisa bertahan dengan lingkungan dan kondisi seperti itu.Sedangakan bila kita menengok keluar disana berjajar pasar-pasar yang menjual pernak-pernik Islam, ,akanan halah, ruko dan banyak orang berjilbab berdagang di wilayah itu.

0 komentar:

Poskan Komentar

Hi ! feel free to comment ya !

Blog contents © shabrina 2010. Blogger Theme by Nymphont.